Sound Horeg Tradisi Kontroversial

sumber foto: pinterest

Belakangan ini, fenomena sound horeg menjadi topik hangat di kalangan warganet. Banyak yang mengkritik perilaku rombongan sound horeg yang sering kali merusak fasilitas publik. Tindakan ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Namun, apa itu sound horeg?

Bagi masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya, sound horeg dikenal sebagai salah satu tradisi yang melibatkan karnaval dengan ditampilkannya sound system yang berukuran sangat besar. Dan juga sound system yang digunakan relatif menghasilkan suara yang sangat keras. Meskipun dianggap sebagai tradisi, sound horeg memicu pro dan kontra masyarakat terutama di media sosial. 

Mengenal Fenomena Sound Horeg

Istilah "horeg" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "bergerak" atau "bergetar," dan merujuk pada penggunaan sound system dengan suara yang bisa menimbulkan getaran.

Biasanya sound horeg dihiasi dengan Cahaya lampu warna-warni dan penari latar dalam rombongannya. Karena hal ini, sound horeg kerap disebut sebagai diskotik masuk desa. Sound horeg merupakan parade sound system yang berkeliling dengan menggunakan mobil bak terbuka atau truk dan sering kali memutar musik dangdut, DJ, atau lagu-lagu popular lainnya.

Mengutip dari era.id, pawai di Kabupaten Malang tahun 2014 disinyalir menjadi tonggak lahirnya fenomena Sound Horeg. Parade tersebut menjadi sebuah perayaan yang menggabungkan unsur tradisional dan modern.

David Stevan Laksamana, ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu, mengamati bahwa sejak tahun 2015 terjadi pergeseran signifikan dalam penggunaan sound horeg. Awalnya, karnaval menjadi sorotan utama, namun kini sound system itu sendiri menjadi bintang utama acara.

Kontroversi Sound Horeg

Fenomena sound horeg menyebabkan dampak negatif, terutama terkait dengan penggunaan volume suara yang sangat tinggi sehingga menimbulkan bangunan di sekitarnya ikut bergetar bahkan menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah warga. Seperti kaca jendela retak atau pecah, atap genteng berjatuhan, dan lain-lain.

Sempat terjadi protes warga sekitar, peristiwa tersebut terjadi di Pati Jawa Tengah pada 11 Agustus 2024 lalu, seorang ibu memprotes suara keras sound horeg namun justru hampir menjadi korban pengeroyokan. Kronologi kejadian bermula ketika Ibu Sukati melayangkan protes karena merasa terganggu dengan suara yang dihasilkan sound horeg pada acara karnaval di Jalan Pati-Tayu Km 19 Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati Jawa Tengah. Ibu Sukati lantas mengambil selang untuk disiramkan ke mobil yang membawa sound horeg, namun sejurus kemudian panitia karnaval beramai-ramai mendatanginya hingga masuk ke rumah, sempat terjadi adu mulut hingga akhirnya dilakukan mediasi di kedua belah pihak.

Selain getaran suaranya yang menyebabkan kerusakan, rombongan sound horeg kerap merusak fasilitas umum yang dianggap mengganggu jalannya parade sound horeg. Contohnya dalam video yang diunggah akun X @candj09 pada hari Rabu, 9 Oktober 2024, tampak rombongan sound horeg merusak atap warung milik warga setempat yang dianggap menghalangin jalan truk parade sound horeg.

Kejadian serupa juga terjadi seperti pada video yang diunggah akun X @kegblgnunfaedh pada Kamis, 17 Oktober 2024, memperlihatkan rombongan sound horeg yang berulah dengan menghancurkan pembatas jalan karena dianggap menghalangi jalannya parade sound horeg.

Kejadian tersebut sontak membuat warganet geram, lantaran sound horeg sering menuai kotroversi yang menimbulkan kerusakan bangunan rumah warga. Tidak jarang warganet meluapkan emosinya di media sosial yang menuntut pemerintah untuk mengambil Tindakan untuk mengatasi masalah sound horeg. 


 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama